PR Lumpur Lapindo
Pekerjaan rumah awal, bagi pemimpin propinsi ini adalah penyelesaian Lumpur yang ditimbulkan oleh proyek Lapindo, yang hingga sampai saat ini pemberian ganti rugi kepada warga Korban belum teralisasi . dari pertemuan para pakar dalam Workshop Geologi International sendiri menyatakan bahwa lumpur tersebut tidak dapat di disumbat serta terus menguap hingga 30 tahun mendatang. Sudah adakah program khusus bilamana sampai terjadi_ menurut asumsi para pakar geologi bahwa tanah Sidoarjo dan sekitarnya akan turun hingga 18 meter ?. kita tidak membedakan bencana, banjir yang melanda di ibu
Seperti itulah idiom saat ini yang tepat untuk Jawa Timur, dengan pertumbuhan ekonominya pada tahun 1990 an di kedepankan adalah sector pertanian, kini di geser dengan sector Industri, munculnya pabrik – pabrik di perkotaan yang menggantikan tanaman pangan sedikit banyak mempengaruhi hasil dari pertanian. Urbanisasi besar besaran, pertumbuhan penduduk yang tidak merata, akan banyak menimbulkan kerawanan social di masyarakat.
Dalam sensus 1999 mata pencaharian penduduk Jawa Timur di sektor pertanian mencapai 46,18 %, sedang Industri 12,51 % namun sebuah ironi, kita masih merasakan mahalnya harga beras di pusat lumbung beras. Untuk calon pemimpin propinsi ini hendaknyalah sector pertanian lebih dititik beratkan hingga kita mampu kembali swasembada beras.
Dengan memantapkan sektor pertanian kedalam prioritas strategi pembangunan ke depan, peningkatan ekonomi / taraf hidup petani, pemantauan pertumbuhan industri, pemberdayaan ekonomi kerakyatan di desa – desa, saya berkeyakinan maka tahun – tahun kedepan di propinsi ini tidak akan pernah terdengar lagi mahalnya harga beras, masyarakat yang tidak mampu membeli beras, serta urbanisasi besar – besaran, di tunjang dengan pemimpin yang bersih, bebas dari korupsi, serta supremasi hukum, semoga.


No comments:
Post a Comment